Tata Cara Pembayaran SPP Mahasiswa 2012/2013

Posted by BUDI SETIADI on September 14, 2012 in Uncategorized |

Institut Pertanian Bogor – Direktorat Keuangan IPB
Tata Cara Pembayaran SPP Mahasiswa Kurikulum Mayor Minor Untuk semester 3 keatas Sem. Ganjil TA 2012/2013
MULAI TANGGAL 17 s/d 28 SEPTEMBER 2012

MELALUI ATM, INTERNET BANKING
atau TELLER BANK PENERBIT
KARTU TANDA MAHASISWA (KTM)
PADA BANK BNI 46 ATAU BANK MANDIRI
DI SELURUH INDONESIA
“Jika ada masalah terhadap data tagihan, dapat menghubungi Direktorat Keuangan di Gedung Andi Hakim Nasoetion Lt. 3 IPB”

Senyum adalah Kuncinya…

Posted by BUDI SETIADI on September 13, 2012 in Uncategorized |

 

Pada suatu hari, hari dimana aku dikelilingi orang-orang yang sangat luar biasa dan di tempat yang sangat luar biasa juga. Aku datang ke tempat itu hanyalah seorang diri, namun aku tak berpikir akan seperti ini jadinya. Ada efek samping bagiku setelah pulang dari tempat tersebut. Efeknya yaitu semangat yang LUAR BIASA untuk hidupku. Semangat itu muncul ketika aku sedang dikelilingi orang-orang yang sangat luar biasa. Ketika aku pertama duduk di sekeliling orang-orang yang sangat luar biasa, hatiku deg-degan, badan ku gemeteran, tatapanku berkaburan, dan nafasku tak beraturan. Disanalah pertama kalinya aku merasa tak tahu harus seperti apa dan bagaimana aku harus bertindak, aku hanya bisa diam dan bungkam. Namun ketika ada seseorang yang mempersilahkan aku untuk memperkenalkan diri, dan bibirku langsung terasa kaku dan sulit untuk digerakkan. Aku terus diam dan dan kaku, namun orang itu hanya tersenyum kepadaku dan dia mempersilahkanku kembali untuk memperkenalkan diri. Tak tahu seperti apa, ketika aku melihat senyumannya ada yang menggerakkan bibirku untuk segera berbicara, disaat itu aku pun bisa menyebutkan namaku. Lalu dia ternsenyum kembali dan terus menatapku, dan dia mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan tanganku, dan lagi-lagi tanganku seperti ada yang menggerakan lagi, dan ku ulurkan tanganku untuk berjabat tangan dengannya, lalu ketika kita berjabat tangan dia berkata “great”. Tatapan matanya, senyumnya pun membangkitkan semangat saya.

Dalam hatiku masih bertanya-tanya harus seperti apa dan bagaimana aku ini??? Aku masih shock setelah berjabat tangan dengan orang itu. Semua orang harus kenal semua orang yang berada di tempat itu. Perkenalan dengan orang-orang yang sangat luar biasa pun dilanjutkan kembali dengan orang yang berbeda, namun perasaanku masih belum tenang. Namun ketika perkenalan lagi dengan orang yang berbeda, orang itu memberi senyumnya kepada saya, dan sayapun semakin tegang.perkenalan pun terus berjalan sampai kita bisa kenal dan hafal nama dan wajahnya. Dalam hati aku bertanya-tanya “kenapa semua orang selalu senyum???”. Dan aku pun mulai menemukan jawabannya. Jawabanku adalah senyum itu kuncinya. Kunci utamanya itu adalah senyum. Senyum, senyum, dan senyum…

 

“Ternyata senyum itu dapat memecahkan semua ketegangan di dalam diri, dan mungkin saja dengan kita tersenyum bumi bisa berhenti berputar untuk tersenyum kepada kita terlebih dahulu”. :)

Mimpi, Harapan, dan Cita-cita

Posted by BUDI SETIADI on September 13, 2012 in Uncategorized |

Di suatu pagi hari yang amat indah, aku terbangun dari tidur lelapku. Aku tak pernah menyadari dan berpikir inilah nikmat Tuhan yang sangat luar biasa yang selalu diberikan kepada kepada hambanya. Nikmat yang diberikan pagi ini yaitu aku diberi kesempatan untuk merenung. Dalam renungan ini aku bisa tahu siapa diriku ini sebenarnya… Aku adalah seorang yang hanya memikirkan tentang duniaku yang sekarang dan kemaren saja, aku tak berpikir tentang duniaku ke depan. Entah apa yang ada dipikiranku saat itu. Aku terus berusaha untuk selalu memikirkan duniaku yang sudah terlanjur aku lewati, hanya mengingat-ingat masa laluku saja. Aku tak peduli dengan harapan dan cita-cita. Bahkan aku pun tak berani untuk bermimpi tinggi. Aku tak punya harapan dan cita-cita apapun. Suatu saat ketika saya mengingat-ingat teman saya yang mempunyai impian, harapan dan cita-cita, hatiku terasa tertusuk oleh pedang yang sangat tajam. Hati, pikiran, jiwa, dan raga ini pun bergetar membayangkan teman yang memiliki sejuta mimpi, harapan, dan cita-cita. Mimpi, harapan, dan cita-cita lah yang membuat teman saya ini selalu semangat dalam menjalani hidup. Hidupnya pun selalu dia nikmati dan syukuri dari hati yang terdalam. Semangat inilah yang selalu ia tunjukkan pada orang-orang disekitarnya. Tak pantang menyerah dalam mejalani hidupnya dan dalam mencapai mimpi, harapan, dan cita-citanya.

Aku langsung terpikir betapa indahnya jika kita memiliki mimpi, harapan, dan cita-cita. Hidup yang selalu dipenuhi semangat yang menggebu-gebu, selalu tersenyum dalam situasi dan kondisi apapun. Aku bertanya pada diriku sendiri, “apakah kamu tidak ingin mempunyai hidup yang indah???”. Hatiku terasa sangat sakit sekali. Inikah aku?? Inikah aku?? Inikah aku??? Aku orang yang tidak berguna, aku hanyalah seorang yang berada dalam hanyutan dunia saja yang tidak memiliki tujuan dan arah sama sekali, entah mau kemana aku ini. Apakah aku akan seperti ini terus? Apakah aku ini?? Adakah orang didunia ini seperti aku? Aku pikir, semuanya sama dalam menjalani hidup. Namun pikiranku salah, Tuhan menciptakan manusia itu beragam.

Aku pun masih merasakan sakit sekali, aku pun masih bertanya-tanya kepada diriku, “apa mimpi kamu??? Apa harapan kamu??? Apa cita-cita kamu???”. Aku semakin terhanyut dalam tangisanku saja, aku tak bisa berbuat apa-apa, aku hanya bisa menangis. Mau jadi apa aku nanti, mau kemana aku nanti, mau apa aku hidup di dunia ini??? Air mataku terus berlinang tak kuat menahan rasa sakit, tak kuat menahan kata-kata yang menusuk hati.

Dunia telah membutakan hati, mata, pikiran, telinga, dan kakiku. Hati yang tidak pernah merasakan betapa indahnya hidup kita jika kita menjalani dengan memiliki tujuan. Mata yang tak melihat apa saja yang ada di dunia ini, mata juga yang tak melihat siapakah diri ini. Pikiran yang tak digunakan untuk berpikir tentang hidup ini. Telinga yang tak mendengar bisikan-bisikan kehidupan. Dan kaki yang tak tau akan mau kemana melangkah. Aku pun hanya bisa diam dan menangis.

Ku basuh tangan ini, ku usap wajah ini, ku basuh kepala dan kaki ini berharap akan ada perubahan dalam diriku. Ku menadahkan kedua tanganku memohon petunjuk atas mimpi, harapan, dan cita-cita. Air mataku terus berlinang tiada henti, mataku memerah, dan pipiku basah. Disitulah aku bisa mendapatkan jawaban tentang mimpi, harapan, dan cita-cita. Mimpi, harapan, dan cita-cita yang selama ini aku acuhkan, kini mulai aku artikan. Aku pun harus mempunyai mimpi, mimpi yang harus tinggi setinggi-tingginya.

Copyright © 2012-2014 Budi's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.2.3, from BuyNowShop.com.